Jumat, 09 Oktober 2015

Pengertian, Unsur, Ciri, dan Teori dari Organisasi

Pengertian

Kehidupan ini tentunya tidak terlepas dari sebuah organisasi, oleh sebab itu sangat penting bagi Anda mengetahui pengertian organisasi dan juga manfaat serta tujuannya. Sebenarnya setiap orang pasti melakukan organisasi dalam kehidupannya karena setiap orang tentu mempunyai keluarga. Keluarga inilah merupakan organisasi yang paling sederhana. Pasti Anda bertanya-tanya kenapa sebuah keluarga bisa dikatakan sebagai suatu organisasi. Secara umum organisasi diartikan sebagai kumpulan manusia yang saling bekerjasama guna mencapai suatu tujuan bersama. Dilihat dari pengertiannya saja keluarga sudah masuk dalam kategori organisasi.


Secara bahasa, organisasi berasal dari bahasa Yunani yaitu organon yang mempunyai arti alat. Sedangkan menurut istilah organisasi bisa diartikan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan kerja sama secara sistematis, terkendali dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Dilihat dari pengertian ini salah satu dasar dari terbentuknya suatu organisasi adalah tujuan bersama yang sama. Orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama berkumpul dan berupaya untuk mewujudkan keinginannya. Tujuan organisasi ini tentunya bukan mewujudkan cita-cita satu orang saja tapi mewujudkan cita-cita semua anggotanya.

Sebuah organisasi yang ideal seharusnya mempunyai tujuan jangka panjang dan juga tujuan jangka pendek. Dua tujuan inilah yang menjadi dasar kegiatan sebuah organisasi. Tanpa tujuan organisasi yang akan terjadi adalah organisasi tersebut mati karena tidak ada yang harus diperjuangkan dan juga dicapai bersama-sama semua anggota kelompok organisasi. Tujuan dari suatu organisasi juga harus dideskripsikan dengan jelas agar semua kegiatan yang dilakukan juga berorientasi untuk mencapai tujuan bersama yang sudah ditetapkan. Selain itu tujuan ini juga bisa menjadi salah satu penyemangat kerja dan juga komitmen para anggotanya.

Tidak hanya mempunyai tujuan, organisasi juga mempunyai manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan bermasyarakat. Manfaat ini bisa dirasakan oleh siapa saja yang mengikuti organisasi di berbagai tingkatan. Salah satu manfaat nyata dari sebuah organisasi adalah membentuk mental individu yang berani mengungkapkan pendapat di depan umum dan juga terbiasa dalam melakukan kerja sama dalam memecahkan suatu masalah. Manfaat ini tentunya sangat mendukung dalam dunia pekerjaan yang menuntut kerjasama tim yang solid. Pemaparan pengertian organisasi, tujuan, dan juga manfaat organisasi ini tentunya bisa menyadarkan Anda betapa pentingnya berorganisasi.
Ciri-ciri Organisasi
Ilmu organisasi merupakan ilmu yang penting dimiliki, karena dalam kehidupan kita tidak lepas dari organisasi. Di mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi pemerintaha
Pada dasarnya organisasi hanya memiliki 4 ciri-ciri yaitu :
1. Mempunyai Tujuan dan Sasaran untuk dicapai dalam Organisasi.
2. Mempunyai aturan yang harus ditaati oleh anggota dari Organisasi tersebut.
3. Mempunyai pembagian kerja atau bisa disebut juga kerjasama.
4. Ada yang mengkoordinasi tugas dan wewenang.
Unsur-unsur Organisasi
  • Man, adalah unsur utama pembentuk organisasi yang disebut sebagai personil atau anggota yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri atas unsur pimpinan (administrator) sebagai pemimpin tertinggi organisasi, para manajer pemimpin unit tertentu suatu kerja sesuai fungsinya dan para pekerja (workers). Setiap hal tersebut merupakan kekuatan organisasi. 
  • Kerja Sama, adalah unsur organisasi dimana setiap anggota atau personil melakukan perbuatan secara bersama-sama untuk tujuan bersama. 
  • Tujuan Bersama, adalah Sasaran yang ingin dicapai/ diharapkan baik dari prosedur, program, pola atau titik akhir dari pekerjaan organisasi tersebut. 
  • Peralatan (Equipment), adalah sarana dan prasarana yang berupa kelengkapan dari organisasi tersebut baik itu berupa bangunan (gedung, kantor), materi, uang, dan kelengkapan lainnya.
  • Lingkungan (Environment), adalah unsur organisasi yang juga memiliki pengaruh. Faktor tersebut adalah ekonomi, sosial budaya, strategi, kebijaksanaan. anggaran, dan peraturan yang telah ditetapkan. 
  • Kekayaan Alam, yang termasuk dengan kekayaan alam adalah air, cuaca, keadaan iklim, flora dan fauna. 
  • Kerangka/Kontruksi Mental Organisasi, adalah landasan dari organisasi yang berada pada visi organisasi tersebut dibuat. 
Teori Organisasi

Teori Organisasi adalah suatu teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, kajiannya yaitu bagaimana caranya membahas bagaimana sebuah organisasi dalam menajalankan fungsi dan menerapkan visi dan misi organisasi tersebut. Lingkungan kerja suatu organisasi dapat mempengaruhi dan terpengaruh oleh orang di dalam suatu organisasi tersebut.
Dalam pembahasan mengenai teori organisasi yang pernah ada dan berlaku dalam sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Teori itu meliputi organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern. Berikut pembahasan dari jenis teori ogranisasi.

Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) atau disebut juga teori tradisional, isinya berupa konsep tentang organisasi dari abad 19, definisi organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor lain yang terjadi karena terlibat kerja sama antar orang.
Teori ini mempunyai efek yang sama yang berkembang dalam tiga dasar anggapan-anggapan, anggapan tersebut yaitu:
  • §      Teori birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism
  • §     Teori administrasi : dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
  •      Manajemen ilmiah : dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
Teori Organisasi Neoklasik
  
Teori neoklasik dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Tanggapan dalam teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial sebagai indivudi maupun sebagai bagian kelompok dalam lingkungan kerjanya, dari dasar tanggapan ini teori neoklasik mendifisikan ‘organisasi” memiliki tujuan yang sama.
Teori Organisasi Modern

Herbert Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan contigency yang menyatakan teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal  dan disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat diterapkan prinsip saling bersaing.
Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social psychology of organization” mengungkapkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem terbuka. Dalam buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan
Teori modern atau yang bisa disebut sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.

REFERENSI :

Sunyoto, Danang. 2015. Teori Perilaku Keorganisasian. Jakarta. CAPS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar