Jumat, 23 Januari 2015

Sikap Ilmiah Sebagai Seorang Mahasiswa

Pengertian mahasiswa dan perannya dapat kamu temui dan baca di artikel ini. Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-calon intelektual. Atau bisa juga definisi mahasiswa adalah orang yang menuntut ilmu atau belajar di perguruan tinggi, baik itu di universitas, institut ataupun akademi. Mereka ialah orang-orang yang terdaftar sebagai murid di suatu perguruan tinggi dapat disebut dengan mahasiswa. Secara lebih singkatnya mahasiswa yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi, universitas, institut ataupun akademi. Itulah pengertian mahasiswa secara umum, semoga dapat di pahami.

Inilah beberapa pengertian mahasiswa menurut para ahli atau pakar, dapat kamu baca dibawah ini:
  • Mahasiswa menurut Knopfemacher [dalam Suwono, 1978] - adalah merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik & di harapkan menjadi calon - calon intelektual.
  • Sedangkan mahasiswa menurut Sarwono [1978] - adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18 - 30 thn. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.
Sedangkan pengertian mahasiswa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mahasiswa ialah pelajar perguruan tinggi. Didalam struktur pendidikan Indonesia,mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lain. itulah menurut KBBI.

Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda yang juga merupakan warga negara hendaknya memberikan rasa percaya pada masyarakat, bahwa merekalah yang menggantikan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini di kemudian hari. Peran mahasiswa sebagai agent of changes tidak diragukan lagi, sebab di negara mana pun di dunia ini, mahasiswa tampil sebagai pionir pembaharuan dalam suatu negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki sikap dan perilaku yang positif. Mahasiswa harus memiliki sikap dan perilaku kreatif, kritis, kooperatif, dan etis. Sikap dan perilaku ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di era global.


Sikap dan Perilaku
Kreatif dan Kritis Sikap dan perilaku kreatif dan kritis dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses, pribadi, lingkungan, dan produk. Dilihat dari proses, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan tugas-tugas yang sifatnya divergen, yang ditandai dengan adanya ketertarikan untuk berdiskusi, mampu menyelesaikan masalah, mampu menyelesaikan tugas, mampu bekerjasama, dan mampu menyelesaikan persoalan yang bersifat menantang.
Selain itu, mahasiswa juga harus mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta ada kebaruan dalam solusi yang ditawarkan.Dilihat dari sudut pribadi, mahasiswa diharapkan memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas yang menjadi tanggung jawabnya yang ditandai dengan disiplin dan daya juang yang tinggi. Dilihat dari aspek produk, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan karya/produk (baik konsep maupun benda) yang inovatif dan ditandai kebaruan (novelty), kemenarikan, dan kemanfaatan.
Kooperatif
Sikap kooperatif terkait dengan kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kelompok yang ditandai dengan keinginan untuk berkontribusi dalam kelompok, tidak mendominasi kelompok, dan memberi kesempatan orang lain untuk berpartisipasi. Sikap kooperatif juga terkait dengan kemampuan berkomunikasi yang ditandai sikap asertif (mampu menyampaikan pikiran, perasaan, dan keinginan tanpa merugikan pihak lain); mampu berkomunikasi secara lisan, tertulis, verbal, nonverbal secara jelas, sistematis tidak ambigu; menjadi pendengar yang baik; merespon dengan tepat (sesuai dengan substansi dan caranya); dan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik.
Selain itu, sikap kooperatif juga terkait dengan kemampuan membangun sikap saling percaya (trust). Sikap ini ditandai dengan adanya komitmen dan disiplin yang bersifat terbuka dalam menerima pendapat orang lain (openness), berbagi informasi (sharing), memberi dukungan (support) dengan cara elegant dan gentle, menerima orang lain (acceptance) dengan tulus, terampil mengelola konflik, mampu mengubah situasi konflik menjadi situasi problem solving, serta jeli dalam mengkritisi ide/gagasan dari orang lain dan bukan mencela orangnya (personal).
Etik
Sikap etis dalam etika pergaulan baik akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari ditandai dengan sikap jujur, berpikir positif, bertatakrama, dan taat hukum. Sikap jujur ditandai dengan tidak melakukan plagiat, berani mengakui kesalahan dan menerima diri apa adanya, tidak ragu-ragu mengapresiasi orang lain, tidak melakukan pemalsuan (termasuk tanda tangan presensi kuliah, pembimbingan, dan urusan administrasi lainnya), membangun dan mengembangkan sikap saling percaya di antara sivitas akademika, serta mampu menyampaikan pendapat sesuai dengan fakta (data).
Berpikir positif ditandai dengan adanya sikap adil dan objektif (tidak apriori terhadap orang atau kelompok lain), toleransi/apresiasi (menerima dan menghargai keragaman atau perbedaan, termasuk perbedaan pendapat), dan dapat bekerjasama dengan semua orang (tanpa melihat perbedaan latar belakang suku, agama, ras, atau golongan). Sikap bertatakrama ditandai dengan bertutur kata santun yang tetap berpikir kritis (santun dalam berargumen, misalnya ditunjukkan dengan penggunaan istilah, salam, maaf, permisi, terima kasih); berpenampilan dan berperilaku sopan baik dalam tingkah laku maupun tatacara berpakaian (bersih, rapi, dan atau menutup aurat bagi yang merasa perlu); serta menghormati tradisi serta norma masyarakat lokal/setempat.
Sikap taat hukum ditandai dengan sikap dan perilaku mematuhi peraturan walaupun secara fisik tidak ada yang mengawasi; tidak mengkonsumsi minuman keras dan atau narkoba; tidak memiliki barang illegal; tidak melakukan perusakan lingkungan hidup (bioetik); menolak budaya instan (jalan pintas) yang mendorong pelanggaran akademik (menyontek, menjiplak tugas/karya tulis, melakukan perjokian, dan suap-menyuap); serta tidak melakukan perbuatan yang merugikan negara, lembaga, atau orang lain

CIRI CIRI DESA


Menurut Bintarto, pengertian desa adalah suatu perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial. ekonomis, politik. dan budaya di suatu wilayah dalam hubungan dengan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain. Ada beberapa istilah desa, misalnyagampong (Aceh), kampung (Sunda), nagari (Padang), wanus (Sulawesi Utara), danhuta (Batak). Suatu daerah dikatakan desa, jika masih memiliki ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah lain di sekitarnya. Berdasarkan pengertian Direktorat Jenderal Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes), ciri-ciri desa adalah:

  • perbandingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar;
  • lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris);
  • hubungan antarwarga desa masih sangat akrab;
  • sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku.

  1. Menurut Rouceck dan Warren ciri-ciri masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut.
  • Kelompok penduduk yang bermatapencaharian utama di daerah tertentu dan mempunyai peran yang cukup besar.
  • Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam, dan informal.
  • Suatu kelompok dibentuk berdasarkan faktor geografis.
  • Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan.
  • Mobilitas penduduk rendah, baik mobilitas yang bersifat horizontal (perpindahan tempat) maupun mobilitas sosial (status sosial).
  • Keluarga di pedesaan yang masih tradisional memiliki banyak fungsi, khususnya sebagai unit ekonomi.
Secara Umum, kondisi desa di Indonesia memiliki ciri-ciri yang relatif sama, yaitu:
  • desa dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan alam;
  • iklim dan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap petani sehingga warga desa banvak tergantung pada peruhahan musim;
  • keluarga desa merupakan unit sosial dan unit kerja;
  • Jumlah penduduk dan luas wilayah desa tidak begitu besar;
  • kegiatan ekonomi mayoritas agraris;
  • masyarakat desa merupakan suatu paguyuban;
  • proses sosial di desa umumnya berjalan lambat;
  • warga desa pada umumnva berpendidikan rendah.
Desa mempunyal tiga unsur penting, yaltu:
  • daerah. meliputi lokasi, luas, dan batas wilayah serta penggunaannya
  • penduduk. berkaitan erat dengan kualitas dan kuantitas penduduk, meliputi jumlah, pertumbuhan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian;
  • tata kehidupan. dalam hal ini pola tata pergaulan dan ikatan pergaulan sesama warga desa, biasanya hubungan antaranggota masyarakat masih sangat erat.
Jenis-jenis desa menurut perkembangan masyarakatnya
  • Desa tradisional: adalah desa yang terdapat pada daerah terpencil dan terasing. Seluruh kehidupan masyarakatnya termasuk teknologi bercocok tanam, cara pemeliharaan kesehatan, dan dan memasak tergantung pada pemberian alam sekitar. Dengan kata lain, desa ini keseluruhan hidupnya menggantungkan pada alam sekitarnya.
  • Desa swadaya: adalah desa di mana sebagian besar masyarakat memenuhi keburuhan sendiri. Desa ini umumnya terpencil dan masyarakatnya jarang berhubungan dengan masyarakat luar sehingga proses kemajuannya sangat lamban karena kurang berinteraksi dengan wilayah lain atau bahkan tidak sama sekali.
  • Desa Swakarya: adalah keadaannya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya. Masyarakatnya sudah mampu menjual kelebihan hail produksi ke daerah lain, selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Interaksi dengan masyarakat luar sudah mulai tampak, walaupun intensitasnya belum terlalu sering.
  • Desa swasembada: adalah desa yang sudah mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki secara optimal. Hal ini ditandai oleh kemampuan masyarakatnya untuk melakukan tukar-menukar barang dengan wilayah lain (fungsi perdagangan), din kemampuan untuk saling memengaruhi dengan penduduk di wilayah lain. Dan hasil interaksi tersebut, masyarakat dapat menyerap teknologi baru untuk memanfaatkan sumber dayanya sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik.

HUBUNGAN DESA DAN KOTA

Pengertian masyarakat menurut para ahli yaitu :

a. Menurut Selo Sumardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
b. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
c. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya .
d. Menurut Paul B. Horton dan C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang reatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu luang yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, serta memiliki kebudayaan.

Dapat di simpulkan pengertan Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitias- entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Pengertian desa menurut para ahli dan undang- undang

o R.Bintarto. (1977)
Desa adalah merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.Sutarjo

o UU no. 22 tahun 1999
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten

o UU no. 5 tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Kota adalah suatu perwujudan yang di timbulkan oel unsur- unsur fisiografis, sosiografis, ekonomis, politis dan budaya yang ada pada tempat tertentu serta pengaruh timbal baliknya terhadap daerah lain, menutur R. Bintarto, secara geografis kota merupakan suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang di tandai dengan pendapatan penduduk yang tinggi dengan serata kehidupan yang heterogen serta bercorak matrealistis. Sehingga kota dapat diartikan sebagai bentang  budaya yang ditimbulkan oleh unsur- unsur alami non alami dengan gejala- gejala pemutusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan serba heterogen serta matrealistis dari pada daerah yang lebih terbelakang.

Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Masyarakat kota bergantung pada masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhannya akan bahan - bahan pangan seperti beras, sayur- mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga pekerja kasar bagi jenis - jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan untuk bekerja di kota. Mereka ini biasanya adalah pekerja - pekerja musiman. Pada saat musim tanam, mereka sibuk bekerja di sawah dan selagi menunggu masa panen, mereka mencari pekerjaan lain untuk mencari tambahan penghasilan.


Sebaliknya, masyarakat kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan juga oleh masyarakat yang berada di desa seperti pakaian, alat elektronik, obat-obatan, dan lain sebagainya. Di kota juga tersedia tenaga kerja yang siap melayani dalam bidang jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa, misalnya saja tenaga - tenaga di bidang medis atau kesehatan, permesinan, elektronika dan alat transportasi. Serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat.

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: 
(i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; 
(ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; 
(iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; 
(iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.

Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :

a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).

b) Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)

• Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.

Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah


Terlepas dari apakah itu masyarakat desa atau masyarakat kota, yang perlu diperhatikan adalah kehidupan didalammya yang harus dijalankan dengan toleransi dan menghargai perbedaan satu dengan yang lainnya. Dikarenakan adat, kebiasaan, pola interaksi dan tingkat loyalitas antara masyarakat desa dan  masyarakat sangat berbeda. Dengan demikian, kita sebagai masyarakat kota tidak boleh memandang rendah atau memandang sebelah mata masyarakat desa karena jika tidak ada masyarakat desa kita tidak dapat memperoleh bahan - bahan yang penting sebagai penunjang kelangsungan hidup kita.

Selasa, 20 Januari 2015

Caper Bismania

Pengalaman Pertama Ku....

Hai sobat... kali ini saya {sebut saja TS}, akan menceritakan pengalaman yang belum pernah ts alami, yang jarang terjadi, dan tidak berulang kembali... penasaraaannn???? sama saya juga... hehehe...

Yupsss, ts kali ini akan menceritakan perjalanan ts ke tanah kelahiran ts daerah pemalang, tepatnya comal..

Yuk langsung saja...
Seminggu sebelum ts mengadakan kegiatan "MUDIK", ts terlebih dahulu mengorek-ngorek informasi armada apa sih yang recomended buat perjalanan kali ini.... Grup Bismania di Facebook, Twitter dan lain lain sudah saya mintai pertanyaan, "Apasih yang recomended untuk bis yang bertujuan ke Pekalongan... ??". Disitu mulai banyak yang merespon. Ada yang bilang Dewi Sri, Dedy Jaya, Sinar Jaya, Laju Prima, Kramat Djati bahkan sampai ada yang ngusul naik PO. Haryanto... Disini ts agak bingung, dilihat dari armada dan pelayanannya, Dewi Sri merupakan armada yang dari dulu ts sering naiki, banyak kekurangan dari Po tersebut { tak usah dijelasin yaa }, Dedy Jaya merupakan armada yang belum pernah ts coba, Laju Prima sebagai pertimbangan, Sinar Jaya juga sebagai pertimbangan, Kramat Djati merupakan armada yang ingin ts jajal, nahh untuk PO. Haryanto, sebenernya ts ingin coba, namun untuk turun di pekalongan memakai tarif Semarang, nahh sama aja toh lebih mahal... Memang armada PO. Haryanto sudah pernah ts jajal dan recomended sekali yang bernomer bis HR 106 dengan julukannya La Samba saat ts ke jogja... Namun kali iini ts memilih bus Sinar Jaya sebagai teman perjalanan menuju tanah kelahiran...

Langsung saja hari H
Hari itu tanggal 28 November 2014, bertempatan hari Jumat...
Pukul 05:30  Alarm berbunyi menandakan bahwa ts harus mandi dan bergegas berangkat ngampus, kampus ts berada di bilangan depok, jawa barat { bukan UI yaaa...}. setelah semua siap, sekitar pukul 06:30 pagi ts berangkat menuju kampus dengan membawa "belalang tempur" ts dengan bermesin Honda 110 cc,  berbalut body Blade berwarnakan hitam merah....
Di saat pelajaran mata kuliah, ts sama sekali tidak memperhatiakan dosennya, ts malah ber memikirkan jam berapa untuk pesen tiket { jangan ditiru yaa... hehe}...
Pukul 11:00 waktu depok, ts berpikiran bahwa sekarang lah waktu nya untuk membeli secarik kertas yang bernama Tiket. Untuk agen sinar jaya yang terdekat dari rumah, ohh iyaa ts lupa, rumah ts berada di bilangan Limo, Cinere selatannya kota jakarta, adalah di Lebak Bulus.. nah dari Kampus langsung saja ts meluncur menuju Lebak Bulus, melewati FO UI, Lenteng Agung, Jagakarsa, Cilandak, Fatmawati dan sampailah di Agen bus Sinar Jaya di Lebak Bulus... segera lah ts menuju bilik penjual tiket...
TS : Mas, mau pesen dong nanti sore ke pekalongan... ada tidak?
Agen : ada mas....
TS : ya sudah saya pesen 3 yaa, paling depan....
Agen : siap mas.. nanti sore kumpul jam 6 yaa mas..
tak berapa lama agen memberikan tiga buah tiket kepada saya...

Agen : semua nya jadi 240 ribu mas...{ maklum satu tiket berharga 80rb }

langsung saja ts mengeluarkan dua lembar seratusan, dan satu lembar lima puluh ribu.. dengan kembaliannya sepuluh ribu... dalam hati ts " lumayan buat makan ke warteg hehe...

Dilihat dari tiketnya, tertulis bis bernomer 73 RA... hmm jadi penasaran dengan bis yang akan mengantarkan ts, berbody apa, dan bermesin apa...

setelah membeli tiket, ts menuju kerumah untuk mempersiapkan perbekalan, charger, powerbank tidak lupa untuk dipersiapkan... ohh iya kali ini ts mudik tidak sendirian, ts bersama my mom, dan juga adik ts yang juga sehobby dengan ts... yaitu penikmat kendaraan beroda 6 hehehe...

sore harinya... sekitar pukul 05:30 ts dan juga adik diantar ke Agen Sinar Jaya dengan menggunakan minibus bermesin Isuzu, berbalut bodu Panther... sesampainya di agen, ts menanyakan ke petugas tiket, apakah sudah ada bidnya,, namun kata agennya, bisnya terjebak macet di tol JORR dari pool nya di cibitung... huftt bakalan lama nihh...
06:00 bis belum juga tiba, sampai waktu solat maghrib tiba, sebagian penumpang yang masih menunggu bis menyempatkan solat di bilik ibadah agen Sinar Jaya...
pukul 07:00 bis belum kunjung tiba, perut ts pun berdemo, memberi tahu bahwa perut dalam keadaan kosong. akhirnya untuk mengisi perut yang kosong, ts membeli semangkuk bakso... hhmmm lumayan buat ngisi...
cuaca saat itu sedikit gerimis, sampai pukul 07:45 barulah bis bernomer 73 RA terparkir di halaman agen dengan berbalut body Legacy SR1 buatan karoseri laksana bermesin Hino, mungkin RK8 Yaa...... seketika itu juga ts langsung membawa tas bawaan ke dalam bis, ts kali ini mendapatkan kursi bernomer 1, 2, dan 3. ts memutuskan duduk di kursi 3, adik dan ibu ts duduk di kursi 1 dan 2... kali ini bis dalam kondisi full seat, artinya penuh... namun ada yang aneh dalam perjalanan kali ini, dari tadi ts perhatikan, tak ada batang hidung kernet bus... yups betul saja, perjalanan kali ini tanpa adanya kernet, hanya sopir bus yang belerja sendiri. namun saking penuhnya ada penumpang yang duduk di kursi kernet.
pukul 08:15 bis mulai meninggalkan agen, berjalan perlahan karena  melewati ramainya jalanan ibukota sebelum masuk ke jalan bebas hambatan... bus dipacu rata rata 30 km/jam sampai masuk tol.. sesudah supir membayar pintu masuk tol, supir dihadapkan lagi dengan kepadatan jalan bebas hambatan... yupss kemacetan panjang didepan mata {maklum lahh jam pulang kerja}. disini bis dipacu tidak lebih dari 25-30km/jam dengan mengovertake beberapa mobil pribadi dan juga truk besar... disini ts yang duduk dibelakang supir tengah memperhatikan kondisi supir yang sepertinya sedikit mengantuk... dlam hati ts, ada pemikiran untuk menemani sang supir membelah keramaian pantura, sepertinya orang di kursi kernet sepertinya tertidur... memasuki tol taman mini, ts memberanikan diri untuk duduk di tangga samping supir, namun ada respon yang kurang dari supir, untuk menyuruh saya duduk di tempat kembali, tapi ts tetep kekeuh untuk menemanni supir.. akhirnya pak supir mengalah, pak supir menyuruh ts untuk bertukar posisi dengan orang yang duduk di kursi kernet...
Dan ts langsung membangunkan orang tsb untuk bertukar posisi... akhirnya ts bisa merasakan duduk di kursi kernet, ini adalah pengalaman yang langka dan pertama kali bagi ts...
Bus mulai memasuki tol jakarta-cikampek, tepatnya daerah bekasi, disini cuaca gerimis ditambah dinginnya ac, bbrrrrrrr lumayan juga dinginnya... di tol ini tak ada lawan berarti kecuali beberapa mobil pribadi yang hendak liburan atau mudik yang main eyel-eyelan.. dengan kecepatan rata rata 80km/jam bis mulai memasuki daerah kawasan industri, disini Sinjay 73RA bertemu dengan kawan seperjuangan, yupss bertemu dengan Bis Sinar Jaya juga dengan balutan sama seperti bis yg ts naiki ini... sampai mereka memutuskan untuk berpisah, bis yang ts naiki keluar lewat pintu tol dawuan, dan bis satunya melewati gt cikampek. dengan cuaca yang sedikit gerimis dan ac yang mendukung, akhirnya  ts tertidur di kursi kernet ini... hehehe maklum salah satu anggota BoboMania...
Ts terbangun ketika bis berusaha membuntuti bus duo Dewi Sri yang menutup dua lajur sekaligus di daerah patrol... namun setelah salah satu ds mengalah, 73RA dengan mudah meng OT kedua bus tersebut... kembali lagi ts menguap, dan memutuskan untuk melanjutkan tidur kembali...
Tiba tiba ada tangan seseorang yang mencoba membangunkan ts, yapss itu adalah tangan adik ts yang duduk dibelakang  ts mengisyaratkan bus sudah mulai memasuki rumah makan Taman Selera di bilangan Indramayu... TS membantu membuka pintu supaya penumpang lain bisa keluar, namun sebelumnya telah menurunkan beberapa penumpang yang turun untuk transit.
Di rumah makan ts memutuskan untuk membeli mie instan untuk mengisi perut, setelah habis ts menyempatkan untuk menjepret interior dan bagian luar dari bis yang ts naiki, 73RA..


 Dan ini bagian luarnya....


istirahat cukup, supir memanggil penumpang untuk segera memasuki bus karena akan diberangkatkan kembali...
setelah semua masuk, bis dipacu perlahan untuk keluar dari rumah makan yang sebelumnya telah di cek di kantor agen rumah makan...
keluar dari rumah makan, bus di gas lebih dalam, sekitar 80-90 km/jam... dengan suasana perut terisi, ditambah kondisi ac, ts pun kembali tertidur di kursi kernet yang relatif kecil dan keras...
Tiba tiba ts terbangun ketika ada colekan tangan dari adik ts, seketika itu ts kaget melihat armada PO.Haryanto dengan nomer bis 109 melintang menutupi jalur bis ts. dilihat dari arahnya, hr109 sedang membuka jalur dan hendak masuk kembali ke jalurnya semula... usul punya usul, telah terjadi kecelakaan minibus yang terguling di jalur seberang yang menuju jakarta, itu sebabnya hr109 membuka jalur, karena macet yang cukup panjang... gak cuma hr109 yang buka jalur ada bis soloensis laiinya yang mengikuti, serta merta team muriaan yang ikut buka jalur seperti Bejeu, Haryanto 0500R, Haryanto Evonext GT, Nusantara, Rosalia Indah, Maju Lancar... dalam hati ts, mungkin kalau semua bis itu tidak langsung menuju jalur yang semestinya, pasti akan berurusan dengan polisi, karena sudah banyak polisi yang meramaikan tempat kejadian perkara tersebut...
jalan hanya memisakan satu jalur, dan sopir memutuskan untuk berjalan perlahan... tiba tiba dari rombongan bis yang buka jalur terlihat HR 67 dengan sopirnya yang sedang melambaikan tangan, sepertinya hendak menanyakan apa yang terjadi di depannya... yupss betul saja, supir hr67 bertanya, dan supir bis ts berhenti sejenak untuk memberi informasi kalau di depan ada laka, dan menyuruh kembali ke jalur yang semustinya, karena didepan banyak polisi....
setelah melewati semua bis tersebut, jalan didepan kami loss, jadi supir menginjak dalam dalam pedal gas.. sekitar 100-120 km/jam bis dipacu... namun dengan dinginnya suasana membuat ts kembali tertidur lelap... dan terbangun di depan terminal tegal, karena ada penumpang yang turun, ts pun membantu penumpang tersebut untuk membukakan pintu...
kemudian perjalanan bis dilanjutkan, ditengah perjalanan, supir bercerita kepada ts bahwa hari itu sang kernet sedang libur, jadi dia terpaksa membawa bis sendiri... beliau juga cerita kepada ts bahwa komunitas bismania itu hal yang positif, orang orang hebat yang ada didalamnya, hanya saja ada oknum yang membuat ketidaknyamanan di dalam bis saat bis itu berhenti, seperti masuk seenaknya, memainkan dim seenaknya, dan juga berfoto di dalam tanpa menghhiraukan penumpang lain... dan beliau juga berterima kasih kepada ts karena sudah menbantu beliau dalam perjalanan kali ini, walaupun ts sering tidur hehehe.... sesampainya di terminal pemalang jam menunjukan pukul 05:00 pagi, dan disini ada beberapa penumpang yang turun.  Bis pun melanjutkan perjalanan akhir ke terminal Pekalongan, namun saat setelah melewati jembatan comal, ts pun turun.... sebelum turun ts berterima ksaih  kepada supir yang sudah mengantarkan ts ke tanah kelahiran... Dan bis pun melanjutkan perjalanan menuju tujuan terakhir...
selesai...

Terima kasih buat :
- Allah SWT.
- agen bus sinar jaya Lebak Bulus
- supir sinar jaya 73RA yang tak tahu namanya karena lupa kenalan...
- Po Sinar Jaya


*Monggo yang mau kasih saran, kritik, dan komentar yang membangun caper ini, silahkan corat-coret....