Jumat, 30 Desember 2016

Review Jurnal Sistem Pakar untuk Diagnosis Kerusakan Mesin Mobil Panther Berbasis Mobile

Review Jurnal Sistem Pakar untuk Diagnosis Kerusakan Mesin Mobil Panther Berbasis Mobile

Uky Yudatama
Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Magelang
Jurnal Teknologi
Volume 1 Nomor 2
tahun : 2008

Abstrak
Jurnal “ Sistem Pakar untuk Diagnosis Kerusakan Mesin Mobil Panther Berbasis Mobile ” membahas tentang bagaimana mendeteksi kerusakan mobil, setelah mobil tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Sebagai langkah awal dalam mengetahui kerusakan apa yang dialami oleh sebuah mobil, maka dibuatkanlah system pakar untuk mengidentifikasi kerusakan mesin mobil.
Disini penulis berusaha untuk menyampaikan informasi dari mobile dengan request dari pengguna. Yang kemudian di proses lalu di berikan hasil dari kerusaan pada mobil tersebut. Penulis ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa dalam penulisan ini mampu memberikan informasi segala halyang berhubungan dengan masalah kerusakan mobil secara cepat dan efisien secara timbal balik antara user dan system tetapi tetap optimal meski dalam small device.

Pendahuluan
pada bagian ini, penulis mencoba memberikan arti apa itu system pakar. Dengan pengertiannya bahwa sistem pakar adalah salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh banyak pakar ke dalam suatu area pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat menggunakannya dapat menggunakannya untuk memecahkan berbagai masalah yang bersifat spesifik dalam hal ini adalah permasalahan pad akinerja mesin Panther. Dan juga penulis memberikan gambaran sedikit tentang alur dalam menggunakan perangkat mobile sehingga mampu memberikan informasi yang optimal dari timbal balik user dan komputer.

Rancangan Sistem
Di dalam rancangan system ini, penulis memberikan gambaran tentang relasi antara software dengan cara kerja perangkat ini berjalan.

Basis Pengetahuan
Pada basis pengetahuan ini, penulis memberi tahap tahap dalam pengembangan basis, seperti mendifinisikan, pengembangan, menggambar, membuat matrik, dan pengembangan software.

Basis data
Disini penulis memberikan tabel tentang relasi basis data


Mekanisme inferensi
Pada bagian ini, penulis memberikan penjelasan tentang apa itu mekanisme inferensiasi, yang artinya adalah bagian dari system pakar yang melakukan penelusuran dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan pola tertentu. Disini ada dua teknik untuk pengujian aturan yang dijelaskan oleh penulis, yaitu teknik penelusuran maju (  forward chaining ) dan penelusuran mundur ( backward chaining ). Pada saat ingin mengetahui kerusakan pada mobil, akan dimulai dengan memberikan pertanyaan mengenai gangguan yang dialami atau dengan memberikan daftar macam kerusakan sehingga diperoleh suatu diagnose kerusakan dan hasil akhir kesimpulan kerusakan mesin tersebut.



Antarmuka (user interface)
Merupakan bagian dari system pakar yang digunakan sebagai media atau alat komunikasi antar user dan system. Di dalam user interface ini dibedakan jadi dua user, yaitu user umum dan user administrator.


Implementasi system
Di bagian ini penulis mulai membuat system yang akan diuji sehingga benar benar lengkap dan akurat, serta layak digunakan. Dengan spesifikasi perangkat lunak sebagai system pendukung aplikasi yang dibuat seperti Apache version 1.3 yang meliputi Apache sebagai web servernya, PHP untuk bahasa pemrogramannya, dan MySQL untuk databasenya. Serta ada Openwave V7 simulator version 7.0.107 keluaran Openwave system, inc. sebagai emulator wap sebelum dijalankan ke perangkat mobile yang sesungguhnya.



Pengujian system
Saat user mengakses alamat URL yang disebutkan di atas, maka akan mengakses halaman utama. Selanjutnya, akan berada pada halaman login agar system dapat mengetahui user user yang aktif dan apa yang ingin dilakukannya. Sebagai user umum, sebaiknya memilih link umum karena jika kita memilih link administrator maka akan terdapat autentifikasi yang hanya diketahui oleh admin saja.
Selanjutnya, akan dihadapkan pada menu utama user dengan pilihan sebab kerusakan, macam kerusakan, dan alamat bengkel. Pada menu sebab kerusakan, informasi yang didapatkan adalah representasi dari metode forward chaining, sedangkan menu kerusakan didapatkan adalah metode backward chaining. Serta alamat bengkel adalah menu yang ditampilkan beberapa informasi alamat bengkel yang ada di Indonesia.


Pengujian proses Forward

Pada proses ini, didalam jurnal tersebut menjelaskan tentang proses penelusuran maju. User akan diberi pertanyaan mengenai sebab yang paling umum dialami untuk semua mavam kerusakan mesin Isuzu Panther. Dari jawaban itulah sistem akan mengarah pada kode pertanyaan yang dituju. segingga didapatkan kesimpulan kerusakan yang dialami.




Penutup

Kesimpulan
Penulis menjabarkan hasil dari pengujian dan analisa diatas seperti, sistem user mampu melakukan proses penalaran data, sistem admin dapat melakukan penambahan, dan penggunaan file ekstensi php dalam WAP memungkinkan banyak hal hal baru yang hanya terjadi untuk situasi tertentu.

Saran
Didalam saran ini penulis menambahkan atau melengkapi kesimpulan yang diambil seperti, program ini masih jauh dari kata sempurna, perawatan perlu dilakukan agar program bisa digunakan semaksimal mungkin, dan adanya penggunaan bahasa memprograman seperti PHP, WML, dan bahasa memprograman lain yang berorientasi pada objek maupun memprograman terstruktur. 

DAFTAR PUSTAKA
1. Syarif, Iwan dan Badriyah, Tessy. 2002. Pembuatan Alat Bantu Ajar Sistem Pakar dengan Teknik Inferensi Backward Chaining. Surabaya.
2. Hakim, Lukmanul dan Musalini, Uus. 2005. 150 Rahasia dan Trik Menguasai PHP. Jakarta : PT Gramedia.
3. Wardhani Dyah, Paramita. 2004. Proyek Akhir “Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Stadium Penyakit Kanker”. Surabaya
4. Seto, Rahdian 2005. ProyekAkhir “Sistem Pakar Untuk Deteksi Penyakit Pada Daerah Mulut”. Surabaya.
5. Staf Pengajar Ilmu Kedokteran Anak. 1985. Buku Kuliah 3 : Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
6. Nurhadi, Tyasno. 2003. Pemrograman WML dan WMLS : Hadirkan Diri Anda di Mobile Internet.Yogyakarta : Andi.
7. ...........................2003. Panduan Praktis Pengembangan Program WAP .Yogyakarta : Andi dan Semarang : Wahana Komputer.
8. ............................Informasi Mengenai Sistem Pakar. www.iel.ipb. ac.id/agrinetmedia/modul/aplikasi/spdt/isi/infoSP.htm.
9..................SistemPakar.www.iel.ipb.ac.id/agrinetmedia/ modul/aplikasi/servercabai/pakar.htm
10. ...........................WML Scripting Tips and Integration with PHP. www.developer.com.

Jumat, 04 November 2016

Pengertian, Sejarah, dan Contoh Teknologi dari Sistem Cerdas

Menurut KBBI, sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Sedangkan cerdas adalah sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran. Namun bila keduanya digabungkan, membentuk suatu istilah yang pada dunia teknologi merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan rekayasa berurusan dengan cerdas adaptasi perilaku, dan pembelajaran di mesin dan robot.

Sistem cerdas dapat diartikan sebuah kecerdasan yang dibuat manusia pada suatu alat atau mesin. Sistem cerdas bukanlah sistem kompleks tetapi sistem cerdas melakukan semua aktivitas yang meniru dinamika logika manusia. Sebuah mesin yang sudah menggunakan sistem cerdas maka diharapkan telah mampu mengambil keputusan secara mandiri. Sistem cerdas adalah mesin yang tertanam dalam komputer memiliki kapasitas tertentu untuk mengumpulkan dan menganalisis data dan berkomunikasi dengan sistem lain.  sistem cerdas adalah kecerdasan yang diciptakan dan ditanamkan ke dalam suatu mesin (hardware) yang diharapkan dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Jadi membuat suatu sistem yang dapat berpikir, bertindak, menalar, memiliki perasaan layaknya manusia pada umumnya.
Sistem cerdas biasa disebut juga kecerdasan buatan atau intelegensi buatan (artificial intelligent, AI). Kecerdasan Buatan adalah ilmu rekayasa yang membuat suatu mesin mempunyai intelegensi tertentu khususnya program komputer yang “cerdas” (John Mc Cathy, 1956)
Sistem Cerdas sendiri memiliki 3 komponen dasar, diantaranya
·         Artificial Neural Network   
Merupakan asitektur dari sel syaraf otak manusia serta simulasi bagaimana sel dyaraf otak bekerja. Artificial Neural Network atau dapat diartikan “Jaringan Syaraf Tiruan” merupakan studi tentang meniru cara kerja sel syaraf otak dimana dapat mengendalikan tindakan, tingkah laku sesuai dengan keadaan lingkungan, menghasilkan suatu respon seperti gerakan tubuh dan mimic wajah.
·         Artificial Intelligence 
Merupakan  simulasi, sesuatu yang dimodelkan, mengkonsepkan bagaimana manusia itu berlogika. Artificial Intelligence (AI) atau dapat diartikan “kecerdasan buatan” merupakan studi tentang membuat teknologi dimana dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia dan dapat membantu pekerjaan manusia. Dari berbagai sudut pandang, dari sudut pandang kecerdasan, Artificial Intelligence mampu membuat mesin menjadi cerdas karena dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan manusia. Sehingga ketika ingin membuat sistem Artificial Intelligence (AI) perlu memikirkan bagaimana kita akan membuat sebuah mesin dengan simulasi dan model layaknya manusia dalam melakukan aktivitas.
·         Logika Fuzzy
Logika fuzzy disebut logika yang samar (ambigu/ketidakjelasan) atau suatu konsep perasa. Logika yang samar artinya logika yang memiliki sebuah nilai yang tidak hanya bernilai benar atau salah, tetapi dapat bernilai diantara benar dan salah sebagai contoh “sedang”, “cukup” dan sebagainya.. Logika fuzzy digunakan agar mesin diharapkan dapat mempunyai unsur-unsur perasaan seperti manusia sehingga mesin tersebut dapat mempunyai keinginan, serta mengambil keputusan dengan perasaan layaknya manusia.
Ketika kita membuat suatu analisa dari data-data. Terus digunakan untuk sebuah kesimpulan  maka munculah sebuah konsep namanya informasi. Proses untuk mengumpulkan data yang ada kemudian dapat ditampilkan menjadi sebuh informasi. Kemudaian ketika informasi-informasi itu mulai di rapikan, dilihat dan bisa dipakai untuk dilakuakan prediksi maka kita sedang membuat sebuah otak-otak yang disebut dengan pengetahuan. Ketika kita membicarakan tentang sistem cerdas maka kita sedang berbicara tentang pengetahuan. Pengetahuan merupakan informasi terorganisir dan teranalisa agar bisa lebih mudah dimengerti dan bisa diterapkan pada pemecahan masalah dan pengambilaan keputusan. Mesin yang ingin kita cerdaskan, dengan menggunakan sistem cerdas diharapkan dapat bertindak seperti manusia. Maka harus diberi bekal pengetahuan serta mempunyai kemampuan untuk menalar. Sehingga selain  dapat melakukan hal seperti manusia mesin dapat melakukan suatau keputusan sesuai dengan pembelajaran, pengetahuan yang diberikan. Terdapat 2 bagian utama yang dibutuhkan dalam sistem cerdas, diantaranya
1) Basis Pengetahuan (Knowledge Base) yang terdiri dari fakta-fakta, teori, pemikiran & hubungan antara satu dengan lainnya.
2)   Motor Inferensi (Inference Engine) yang merupakan kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman.
Kemudian “bagaimana jika mesin yang kita beri pembelajaran mengambil sebuah keputusan yang tidak sesuai atau salah?”. Hal tersebut wajar terjadi, layaknya manusia yang masih dalam proses belajar pasti pernah melakukan suatu kesalahan. Begitu juga mesin yang harus terus kita ajari lagi dan lagi dalam meningkatkan kecerdasannya agar bisa menjadi lebih baik dan menyelesaikan problem dengan tepat. 
Sejarah Sistem Cerdas
Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol yang bernama Torres Y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat mengskakmat raja laannya dengan sebuah raja dan ratu.
Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai ditemukannya komputer digital.
·         Tahun 1950-an: Alan Turing seorang matematikawan dari Inggris. Pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas (dikenal dengan Turing Test) seolah-olah mesin mampu merespon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan.
·         Tahun 1956: Istilah kecerdasan buatan dimunculkan pertama kali pada John Mc Cathy dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan bahasa pemrograman LISP. Loghic Theorist diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
·         Tahun 1958: Mesin Neural Network pertama oleh Marvin Minsky.
·         Tahun 1960: Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay, program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
·         Tahun 1965: Muncul logika samar yang merupakan pelaksanaan konsep samar di atas sistem komputer. Logika samar mengukur ketidaktepatan dengan cara yang tepat, seperti yang diperlukan mesin.
·         Tahun 1967: ELIZA, diprogram oleh Joseph Weizenbaum, yang mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.
·         Tahun 1968: Program Microworld dengan penciptaan proyek SHRDLU merupakan Expert System yang pertama.
·         Tahun 1972: Bahasa Prolog dimunculkan.
·         Tahun 1975: John Holland mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika (Algoritma Genetika).
·         Tahun 1991: Sistem catur AI mengalahkan manusia (Pecatur master). Robotik, peranti mekanika yang diprogram untuk melakukan berbagai tugas.
Beberapa Contoh Teknologi Ssitem Cerdas
1.      Advantech Intelligent Transportation System: digunakan untuk mengelola lalu lintas yang mengintegrasikan semua lini manajemen lalu lintas, seperti penjualan tiket kereta api, palang pintu kereta api otomatis, hingga pengawasan pelanggaran lalu lintas.
2.      Distributed and Revolutionary Efficient Air Traffic Management System (DREAM): digunakan untuk mengatur lalu lintas transportasi udara pada penerbangan komersial menggunakan teknologi GPS.
3.      Automatic Link: digunakan untuk membantu monitoring keadaan mobil dan sekitar, seperti kerusakan mobil, pemilihan rute, penentuan kapan beli bahan bakar, dan memberikan notifikasi jika memasuki area yang tidak dicover oleh polisi (lokasi rawan).
4.      Google Self-Driving Car Project: merupakan sistem yang menggunakan teknologi untuk mengendalikan mobil sesuai tujuan dari penggunanya dengan proses berkendara yang aman dan nyaman dengan memungkinkan mobil berjalan sendiri (autonom).

sumber :