Di Indonesia masa kini sudah tidak ada bedanya dengan masa jahilliyah. Remaja ini tidak mementingkan kehidupan umum melainkan mementingkan kehidupan diri sendiri. Hal ini sudah menjadi hal yang biasa di tengah tengah masyarakat.
Yang lebih lucunya lagi kalau kita membahas tentang hukum di Indonesia. Betapa anehnya kalau hukum di negeri ini bisa dibeli dengan uang. Mungkin di Indonesia sudah semakin maraknya hal itu. Korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Orang berlomba-lomba meninggikan jabatan demi secarik kertas yang dinamakan uang dan kehormatan.
Parahnya lagi jika para pejabat lupa akan rakyat yang telah mengusung mereka menjadi "pejabat" tinggi negara. Akibatnya banyak nyawa yang menjadi korban karena ulah dari segelintir "orang" yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa. Harus tetap berpegang teguh pada Pancasila, UUD, dan pedoman agama. Kita berantas semua "Penyakit" masyarakat yang merajalela. Supaya negara Indonesia menjadi negara yang Bersih, Adil, dan Makmur.
Dalam menerapkan kedisiplinan, kita mulai dengan yang sederhana seperti tertib berlalu lintas, mematuhi perkataan orang tua, membuang sampah pada tempatnya, rajin beribadah, dan tepat waktu. Dengan langkah yang kecil itu, akan membuat generasi muda yang disiplin dan jujur, yang bisa membuat Indonesia lebih maju, bersih, adil,dan makmur.
Tolong-menolong sesama rakyat dan selalu menjaga tali silaturahmi dapat menjaga kesatuan dan persatuan Negara Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan yang sudah dicantumkan di cengkraman kaki burung garuda yang bertuliskan "BHINEKA TUNGGAL IKA" yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hidup Indonesia, NKRI Harga Mati!!!
