Pengamen atau sering disebut pula sebagai penyanyi
jalanan (Inggris: street singers), sementara
musik-musik yang dimainkan umumnya disebut sebagai Musik
Jalanan. Pengertian antara musik jalanan dengan penyanyi
jalanan secara terminologi
tidaklah sederhana, karena musik jalanan dan penyanyi jalanan masing-masing
mempunyai disiplin dan
pengertian yang spesifik bahkan dapat dikatakan suatu bentuk dari sebuah warna
musik yang berkembang di dunia kesenian.
Perkembangan pengamen telah ada sejak abad pertengahan
terutama di Eropa bahkan di kota lama London terdapat jalan bersejarah bagi
pengamen yang berada di Islington, London, pada saat itu musik di Eropa
berkembang sejalan dengan penyebaran musik keagamaan yang kemudian dalam perkembangannya
beberapa pengamen merupakan sebagai salah-satu landasan kebudayaan yang
berpengaruh dalam kehidupan umat manusia. Tokoh penting
dalam dunia pengamen di
Indonesia antara lain adalah Harry Roesli
Ngamen
jika kita lihat dari sisi yang aktif dapat diartikan menjual “keahlian”,
khususnya dalam bidang musik yang dapat berpindah-pindah tempat atau
berkeliling dari stau tempat ke tempat yang lain missal ada di warung, depan took
atau rumah, dijalanan, lampu merah yang mempunyai simpang-simpang jalan,
sedangkan pengamen ituadalah orang-orang yang melakukan kegiatan ngamen
tersebut. Menjual keahlian karena dilihat dari sejarahnya banyak pengamen di
kota-kota memang berlatar belakang sebagai pemain yang mempunyai musik-musik
yang tinggi. maka dengan teman-temannya (pengamen) dia menggantungkan hidup
dari kegiatan bermain musik keliling dengan menjual jasa secara suka rela,
namun dengan harapan ada balasan berupa materi (uang). Kegiatan ini sudah ada
yang melakukannya sebelum penamen-pengamen baru yang timbul dijaman sekarang
ini. Mengamen bisa di katakan sebagai meminta sesuatu (uang) dengan usaha yg
seminimal mungkin.
Jadi
engamen merupakan sesuatu yang sering bahkan sangat sering sekali kita lihat
dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi masyarakat perkotaan. Pengamen
merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita, karena hampir di setiap tempat
“mereka pengamen” hadir membawakan lagu-lagu mulai dari lagulagu yang
beranekaragam sepertilagu band, dangdut, country, kroncong, pop, slow rook dan
setersusnya. Juga ada yang menggunakan bahasa daerah, bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris. Juga ada pengamen yang hanya sendiri, bahkan sampai -
sampai berkelompok dengan membawa alat-alat yang ada pada mereka. Bahkan
demikian juga banyak juga yang ada pengamenyang sama sekali tidak menggunakan
istrumen musik sampai menggunakan beragam alat musik lainya.
Pengamen
melakukan pekerjaan dengan cara melihat jika di sebuah tempat itu rame atau
sunyi, bahkan pengamen ingin didampingi dengan cara yang sesuai, maksutnya
tukang kutup duit nantinya sambil mengulurkan sebuah topi ata kaleng-kaleng
dimana itu adalah sebuah tampungan untuk uang yang diberi oleh pendengar musik
sebagian Pengamen lainnya berputar-putar untuk saling mendapatkan pendengaran
dari seseorangl lainya.
Hasil
yang di peroleh dari pengamen yang telah berkumpul kemudian dipisah-pisahkan
menurut jenisnya (uang kertas dan uang logam), sebelum akhirnya di bagi rata
para pengamen yang mempunyai kelompok pengamen. Jadi hasil dari seseoarang
pengamen adalah orang yang mempunyai modal atau dukungan modal untuk membeli
beberapa yang pengamen butuhkan, kadang-kadang pengamen membeli rokok dan di
lengketkan di tangah jari-jar sambil memainkan gitari, sehingga para Pegamen
yang menjadi anak buahnya tidak perlu menganggu temannya yang sedang bermain,
cukup untuk menepuk tangan sebelum mengulurkan topi untuk mengambil uang dari
pendengar. Ongkos.
Para
pengamen tentu mengunakan alat bantu yang sederhana, yaitu:
- Guitar
- Gendang
- Seruling
- Topi
atau kaleng
Semua
alat ini sangat berfungsi sekali untuk meringan kan tehadap pengamen, Biasanya
alat ini dipakai supaya lebih praktis, karena dengan memakai alat-alat yang ada
diatas memudahkan seiring dengan apa yang pengamen lakukuan.
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamen
http://bakaruddin-pea.blogspot.co.id/2012/11/pengamen.html
http://pustaka-juned.blogspot.co.id/2011/10/musik-jalanan-dan-pengamen.html
http://animas.blog.fisip.uns.ac.id/2010/12/06/banyaknya-pengemis-dan-pengamen-jalanan-sebagai-akibat-kemiskinan-oleh-a-nimas-kesuma-n-karya-ini-disusun-untuk-memenuhi-tugas-bahasa-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar